WAKTU

Sabtu, 31 Agustus 2013 komentar
Bila sampai waktuku aku tahu mulutku kan bisu
air mataku tak kan mengalir lagi pun darahku tak merah lagi
ini jasad sekarat akan beku dan pulanglah jiwaku
tak kan kau lihat lagi tangisku atau senyumku
pun juga tawa dan candaku
tapi itu bukanlah apa bagimu karena aku tak berarti tuk ditangisi
tak mengapa karena ini bukan tentangmu justru tentangku
tentang tapak kakiku di sepanjang jalan
jejak langkah yang kan menjadi hakim pemutus keadilan
sungguh aku tahu perihnya lara jiwa melebihi tubuh fana
jadi mohon lembut kasihmu dan santun maafmu ampunkan aku
meski tak sadarku meski tak sesalku meski tak layakku pada maafmu
ampunkan aku biar tenang tinggalkan tubuh jasadku.

::.gambar

komentar

Posting Komentar