Bila sampai waktuku aku tahu mulutku kan bisu
air mataku tak kan
mengalir lagi pun darahku tak merah lagi
ini jasad sekarat akan beku
dan pulanglah jiwaku
tak kan kau lihat lagi tangisku atau senyumku
pun
juga tawa dan candaku
tapi itu bukanlah apa bagimu karena aku tak
berarti tuk ditangisi
tak mengapa karena ini bukan tentangmu justru
tentangku
tentang tapak kakiku di sepanjang jalan
jejak langkah yang
kan menjadi hakim pemutus keadilan
sungguh aku tahu perihnya lara jiwa
melebihi tubuh fana
jadi mohon lembut kasihmu dan santun maafmu
ampunkan aku
meski tak sadarku meski tak sesalku meski tak layakku pada
maafmu
ampunkan aku biar tenang tinggalkan tubuh jasadku.
::.gambar


komentar
Posting Komentar