Sang kekasih dimabuk kerinduan
dirajam hasrat persatuan
dilepasnya segala baju menghalangi
lalu melemparkan dirinya kedalam bara cinta menggelora
.
Tak ingat lagi ia akan bajunya
bahkan dimana melempar ikat kepala
semua selain kekasih adalah tiada
telah mahsyuk yang ada hanya dia
.
Oh anak yang tak mengerti cinta
memandang samar dengan hina
katanya baju adalah kehormatan
maka dipungutinya kain-kain dengan senang
.
Lalu di luar sana ia bicara cinta
memandang jijik mereka yang melepas bajunya
"melepas kehormatan dan menghinakan"
sedang ia tak mengerti rasa cinta sesungguhnya
.
.
Tahunan-Jepara
::.gambar


komentar
Posting Komentar