Sehari wes keno semprot 2 kali, pagipagi pakai kaos baru bahan katun
tipis alus nomor 29, kaya distro. Tulisane gedhe "I AM PROUD TOBE A
YOUNG MUSLIM". Kueren banget.
Ujug Mbah Yai Zahid manggil, "kaosmu iku tulisannya apa?"
"basa inggris Yai...." jawabku, "artinya, 'AKU BANGGA JADI PEMUDA MUSLIM'."
"ooo ngono... Tolong ambilkan gunting ya...."
Aku segera menuruti perintah, dan memberikan gunting yang beliau
minta. Dan ladalah... tibatiba KRESS KRESS... tulisan gedhe yg keren itu
beliau potong, menyisakan perutku yg bolong. Perasaanku berkata,
'alamat....'
"nah... Kalau dibuka gini kan jadi jelas siapa kamu sesungguhnya,
coba kulit perutmu itu dibuka pasti lebih jelas lagi." aku menunduk diam
menatap kaos keren yang bolong.
"badan kita ini cuma kotoran, apanya yang di-'proud'-kan?
Membangga-banggakan diri emangnya apa yg kamu banggakan? Ngga mungkin
ada 'muslim' kok membanggakan diri. Ngga mungkin kecuali iblis....
"ojo prat-proud... Prat-proud... Ini...." beliau menyerahkan guntingan kaos yg keren itu, "buat ngelap taek ayam itu...!" :-(
_________
Sorenya waktu asik pesbukan, Kang Tarno datang geser-geser,
"pinjem... Pinjem...." lalu dengan seenaknya mutar-muter laman pesbukku.
"wuiiih... Apik tenan yo rek... Internet jan apik tenan?"
tibatiba, "loh kok ada yang gini?" katanya, "wah... Wah... Kok aneh
ya, kalau para kiyai jaman dulu selalu 'merendahkan diri' dg menyebut
dirinya 'al-faqir, al-mudznib, adz-dzalil... Lah kok ini malah
memegah-megahkan diri, menamakan diri 'Tentara Allah, Jundulloh, Laskar
Jihadis, Penegak Sunnah, kadza wa kadza... Opo pancen wes musim yo?"
"embuh...." jawabku, karena memang tidak tahu.
"ojo mbah-mbuh mbah-mbuh... Ini pesbukmu kok?"
"lah terus piye, apa aku harus ambil pentungan lalu teriak ALLOHU
AKBAR di jalan-jalan gitu? Atau koprol, gulingguling masuk comberan
gitu?" aku senewen.
"ooo... GEMBLUNG koe...."
Kang Tarno ngeloyor pergi gitu aja, dan tibatiba aku sadar 2 bakwan di piring ilang.
"jiah... PENGALIHAN ISU. Kampret tenan kang Tarno ki...."
#kemplong_ah


komentar
Posting Komentar